Wahyu Akhir Zaman
Selasa, 30 Juli 2019
Subhanallah
Senin, 01 April 2019
April Mop, Hari Pembantaian Umat Islam Spanyol yang Memilukan
Setiap tanggal 1 April, beberapa negara biasanya merayakan April Mop, bahkan tak sedikit masyarakat Indonesia merayakan hari yang dikenal dengan April Fool’s Day ini. Kebohongan, penipuan, keusilan dan kejahilan seolah dilegalkan pada hari ini. Tapi tahukan kalian bagaimana sejarah April Mop?
Sebagai umat Islam, kalian harus tahu bagaimana asal usul April Mop. Hari yang dianggap menyenangkan oleh orang-orang Barat ini memiliki sejarah kelam bagi umat Islam.
Para sejarawan mengklaim bahwa April Mop sebenarnya sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya umat Islam Spanyol oleh tentara Spanyol. Umat muslim ketika itu dibantai melalui cara penipuan. Karena alasan itulah, hari ini dikenang sebagai April Mop.
Sekitar abad ke-8 M, Panglima Thariq bin Ziyad membebaskan Islam hingga masuk ke wilayah Spanyol dan bahkan sampai berkembang ke Perancis Selatan. Spanyol dalam keadaan makmur ketika Islam yang berkuasa.
Namun perkembangan Islam di Spanyol yang pesat menimbulkan kegelisahan pada negara-negara Eropa lainnya seperti Perancis. Selama enam abad lamanya, umat Islam di Spanyol hidup dalam keadaan damai.
Akan tetapi kaum kafir tak putus asa untuk menghancurkan Islam di Spanyol meski selalu gagal. Mereka tahu kalau melemahkan Islam secara fisik tidak akan mungkin berhasil, jadi mereka menghancurkan Islam dengan cara melemahkan iman penganutnya.
Secara diam-diam, negara-negara Eropa yang ingin menghancurkan Islam mulai mengirimkan alkohol dan mengenalkan pada hiburan malam. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi ketimbang membaca Al-Quran.
Mereka juga mengirim ulama-ulama palsu untuk memecah belah persatuan umat muslim Spanyol. Lama kelamaan, usaha kaum kafir pun membawakan hasil. Akibat persatuan terpecah belah, Spanyol pun direbut oleh tentara Salib.
Tentara Salib membantai seluruh muslim dengan kejam.
Pasukan Salib membunuh semua penduduk muslim, termasuk anak-anak, wanita dan lansia. Mereka tak memberikan ampun agar umat muslim di Spanyol benar-benar tertumpas habis sampai ke akarnya.
Satu per satu daerah yang tadinya dikuasai oleh umat muslim direbut oleh tentara Salib. Granada merupakan daerah terakhir yang belum ditaklukan. Penduduk muslim di sana masih sangat banyak dan memilih berlindung di dalam rumah.
Ketika jalan-jalan sudah sepi, tentara Salib meneriakan pengumuman agar orang-orang muslim yang bersembunyi mau keluar. Mereka mengatakan bahwa para muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan pergi ke luar Spanyol dengan berlayar menggunakan kapal yang sudah disediakan.
Beberapa orang Islam masih curiga dengan tawaran tersebut. Untuk menghilangkan kecurigaan tersebut, tentara Salib mengizinkan sebagian orang untuk melihat kapal itu sendiri di pelabuhan. Dan ternyata memang betul ada kapal yang sudah disiapkan untuk mengangkut orang Islam.
Keesokan harinya, ribuan muslim Granada keluar rumah dan pergi ke pelabuhan. Sebagian ada yang memilih bertahan saja di rumah. Namun kejinya, semua itu hanya tipuan tentara Salib saja. Mereka kemudian membakar rumah-rumah warga dan seluruh kapal di pelabuhan.
Ribuan umat Islam hanya bisa terdiam karena mereka tak bersenjata. Tanpa kenal ampun, tentara Salib pun membantai mereka semua yang kebanyakan terdiri dari anak-anak dan perempuan. Seluruh muslim yang ada di pelabuhan pun terbunuh.
Tragedi ini bertepatan dengan 1 April dan sampai sekarang 1 April diperingati sebagai hari April Fool’s Day atau April Mop.
Bukan bermaksud fanatik atau melarang, jika kalian seorang muslim, apakah kalian mau merayakan hari pembantaian saudara-saudara kalian sendiri?
Jumat, 22 Februari 2019
Metamorfosa Sang Penakluk
Minggu, 10 Februari 2019
Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hud Al-Attas (Cipayung)
Di kediamannya di Jl Condet Raya, Jakarta Timur, Habib Umar Alatas, seorang kiai sepuh yang telah berusia 108 tahun tampak tidur telentang hampir tidak bergerak. Hanya matanya saja yang selalu terpejam, sesekali berusaha menatap mesra kepada para tamunya yang tidak henti-hentinya berdatangan. Baik para tokoh habaib, ulama maupun kiai, hingga masyarakat kurang mampu. Di kamarnya yang cukup luas itu, di antara para tamu itu, bukan saja datang dari Jakarta. Tapi juga dari berbagai tempat di Tanah Air, sambil membacakan surat Yasin agar Allah mempercepat kesembuhan ulama tertua di Tanah Air ini. Sejak habis mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di pesantrennya di Cipayung, Bogor, 18 Juli lalu, kondisi habib memburuk karena sakit tua. Dan hingga kini keadaannya masih antara sadar dan tidak sadar,” kata Haji Ismet Alhabsji, seorang yang dekat dan merupakan kepercayaan habib Umar kepada Republika Selasa (27/7). Pada acara maulid di Cipayung, yang sudah 17 tahun diselenggarakan di tempat ini, menurut Ismet, Habib Umar sudah tidak bisa hadir lagi di tengah-tengah jamaah yang jumlahnya puluhan ribu orang.
Ia hanya mengikuti dari kamarnya. Setelah acara maulid Nabi, Habib Umar yang fisiknya dalam keadaan lemah itu sudah tidak sadarkan diri lagi. Bahkan, saat dibawa kembali ke kediamannya di Condet, dia ditidurkan di mobil dan diinfus,” kata Ismet yang selama belasan tahun dekat dengan habib Umar. Rupanya, sakitnya ulama tertua di Jakarta ini cepat luas tersebar. Dan mengingat begitu antusiasnya masyarakat yang ingin menjenguknya, maka sejak minggu lalu kediamannya di Condet menjadi semacam open house, terbuka hampir sepanjang hari. Habib Umar, kata Alwi Edrus Alaydrus, salah seorang cucunya memang terbuka, mengulurkan tangan serta menyambut dengan baik tiap tamu yang datang ke kediamannya. Tidak membedakan status dan kedudukan mereka. Apakah rakyat kecil, atau pejabat tinggi negara, kata Alwi Edrus. Karenanya tidak heran, di antara penjenguk terdapat artis-artis seperti Elvie Sukaesih dan putrinya Fitria, Muchsin Alatas dan istrinya Titiek Sandhora serta putranya Bobby. Seperti hari Senin (26/7) lalu.
Pengunjung dari Jakarta dan luar kota tampak lebih banyak lagi yang mendatanginya. Karena waktu itu, entah dari mana asalnya, Habib Umar diisukan telah meninggal dunia. Sedangkan para murid dan pengikutnya, di Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam yang mengetahui sakitnya, terus memantau kesehatannya. “Mereka minta kepada kita agar cepat diberitahukan bila terjadi apa-apa dengan Habib Umar,” kata Alwi Edrus. “Mereka menyatakan kepada saya siap untuk datang ke Jakarta bila terjadi apa-apa dengan habib.”
Sedangkan Ismet menambahkan, mereka terus memantau kesehatan Habib Umar, karena tahu kalau beliau sakit. Pasalnya, mereka hadir pada waktu peringatan maulid yang baru lalu. Banyaknya umat Islam dari mancanegara yang selalu datang tiap tahun ke acara maulid Habib Umar, karena ia pernah tinggal di Singapura dan Malaysia selama beberapa tahun. Selama di kedua negara itu, Habib Umar rupanya punya berpengaruh besar di kalangan masyarakat dan pejabat pemerintahan. Hingga tidak heran, kalau banyak ulama dan pejabat di Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam menjadi akrab dengannya. Seperti dikatakan oleh Alwi Edrus, Sultan Johor, Tengku Mahmudsyah sudah beberapa kali mendatangi habib Umar selama berada di Jakarta. Pada tahun 1993 dan 1994, sultan dan keluarga datang dengan menggunakan pesawat pribadi. “Tentu saja, kedatangan sultan Johor itu membuat repot pemerintah RI, yang terpaksa mengerahkan protokol dan pengawal dari kepresidenan,” kata salah seorang pihak keluarga. Habib, yang kelahiran Hadramaut, Yaman Selatan, sejak usia muda telah datang ke Indonesia. Mula-mula tinggal di Kwitang, Jakarta Pusat.
Di sini, sambil berdakwah, ia juga berjualan kain di Pasar Tanah Abang. Kemudian membuka pengajian dan majelis maulid di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat. Pada tahun 1950-an, ia ke Mekkah dan bermukim selama beberapa tahun. Tapi, sayangnya, saat hendak kembali ke Indonesia, ia tertahan di Singapura. Pasalnya, pada awal 1960-an terjadi konfrontasi antara RI – Malaysia, sementara Singapura merupakan bagian negara itu. Habib Umar baru kembali ke Tanah Air setelah usai konfrontasi, pada awal masa Orde Baru. Tapi, rupanya banyak hikmah yang diperolehnya di balik kejadian tersebut. Karena, selama lebih dari lima tahun di Malaysia dan Singapura, ternyata ia sangat dihormati oleh umat Islam setempat. Termasuk Brunei Darussalam. Seperti dikatakan oleh pihak keluarga, Habib Umar bukan saja dihormati oleh Sultan Johor, tapi sultan-sultan lainnya di Malaysia. Sedangkan di antara pejabat Malaysia yang sering mendatangi kegiatan Habib Umar di Indonesia, di antaranya Menteri Pendidikan Naguib Tun Razak. Sedangkan dari Singapura, Achmad Mathar, Menteri Lingkungan Hidup juga beberapa kali mendatangi Habib Umar.
Juga menteri dari Brunei, termasuk beberapa anggota kerajaannya. Sedangkan menurut Haji Ismet, mereka itu umumnya datang ke Habib Umar, bukan pada saat-saat peringatan maulid. Habib Umar sendiri banyak dikenal oleh pejabat, baik sipil maupun militer di Tanah Air yang pernah berkunjung kepadanya. “Tapi, kita tidak mau menyebutkannya,” kata Alwi Edrus. Baik para tamu luar negeri, maupun para pejabatnya datang ke Habib Umar atas kemauan sendiri untuk berziarah. Habib sendiri tidak pernah mengundang dan mendatanginya. Karena ia berprinsip, ulama atau ilmu didatangi, bukan mendatangi.
Maulid Internasional Maulid Nabi di Cipayung, yang tiap tahun dihadiri sekitar 100.000 jamaah, termasuk ratusan jamaah dari mancanegara, tidak heran hingga oleh banyak pihak dianggap sebagai maulid internasional. Setidak-tidaknya acara maulid habib Umar tiap tahun ini sudah menjadi agenda di beberapa negara, khususnya Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Mereka tahu sendiri kapan acara itu diselenggarakan, dan kami tidak pernah mengundangnya lagi,” ujar Ismet. Habib Umar sendiri, yang kini dalam keadaan uzur akibat usianya yang sudah sangat lanjut, sudah dua tahun ini tidak banyak lagi terlibat dalam menangani kegiatan maulid. Acara ini dan acara-acara keagamaan lainnya, kini dipimpin oleh putranya, Habib Salim Alatas (60).
Dahulunya, kata H Ismet, tiap kegiatan maulid beliau sendiri yang menanganinya. Termasuk upaya-upaya untuk menyediakan persediaan makan dan lauk pauk bagi puluhan ribu jamaah yang hadir. “Kalau ditanya oleh orang dari mana dananya, habib Umar selalu bilang dari Allah,” ujar Ismet. Ihwal persediaan makan untuk para jamaah yang menghadiri maulid ini, Alwi Edrus menyatakan, dua tahun lalu tidak kurang dari 1.400 ekor kambing dan dua ekor sapi yang dipotong. Sedangkan beras yang digunakan untuk memasak nasi kebuli sebanyak 11 ton. Yang kesemuanya ditangani oleh seribu tukang masak. Khusus untuk para tamu luar negeri yang berjumlah sekitar 400-500 jamaah, menurut Ismet, mereka disediakan tempat penginapan khusus di Cipayung, rumah Mayjen TNI (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya, yang juga sering mendampingi Habib Umar. “Selama empat atau lima hari mereka di Cipayung, mulai dari sarapan pagi, makan siang dan malam, ditanggung dari kocek Habib Umar sendiri. Paling-paling mereka mengeluarkan uang untuk tiket. Mereka, biasanya datang berombongan. Tiap kepala rombongan ada yang membawa 10-15 orang. Memang, kegiatan Habib Umar lebih-lebih sebelum menderita sakit, cukup padat. Di kediamannya di Condet, tiap hari terdapat sekitar 300 jamaah subuh. Khusus pada hari Jumat, meningkat menjadi sekitar 1.000 orang. Khusus Sabtu subuh, mereka diberikan pelajaran fikih dari sejumlah ulama terkenal.
Sedangkan di Cipayung, tiap Kamis malam diadakan pembacaan maulid Diba. Yang unik, setelah mengikuti kegiatan, para jamaah selalu makan bersama yang dijamu oleh Habib Umar. Tidak peduli pada masa krismon sekarang, jamuan makan yang berlangsung sejak lama itu tidak pernah henti. Menu makanannya hampir selalu nasi uduk berikut lauknya, seperti tahu dan telur. Sesuatu yang mungkin lain dibandingkan dengan acara-acara di majelis lain adalah, acara-acara di Habib Umar, termasuk Maulud Nabi tidak ada pidato-pidato. Acaranya sangat simple, yakni baca maulud, zikir dan ditutup dengan do’a. Ismet menjelaskan, tidak adanya pidato-pidato yang sudah tradisi sejak lama itu, karena habib takut akan menimbulkan saling serang dan fitnah memfitnah.
Selama belasan tahun dekat dengan ulama Betawi ini, Ismet meyakini, bahwa Habib Umar untuk kegiatan-kegiatan keagamaan tidak pernah mau meminta sumbangan. “Kalau pun orang mau memberi hadiah, harus benar-benar ikhlas. Kalau tidak dia akan menolaknya. Apalagi kalau sumbangan itu punya tujuan khusus.” Karena itulah, kata Ismet, tidak ada satu pejabat pun yang bisa mempengaruhi Habib Umar. Sedangkan bagi KH Zainuddin, seorang ulama Betawi yang tiap Ahad memberikan ceramah di Majelis Taklim Kwitang berpendapat, kecintaan para kiai dan ulama Betawi terhadap Habib Umar, karena ia adalah seorang yang saleh, berakhlak mulia dan penuh keberkahan. “Para kiai mendatangi Habib Umar bukan sekali-kali untuk menyembahnya, tapi untuk mendapatkan berkah dan doanya,” ujar kiai, yang juga anggota MPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu. Yang juga menarik dari pesan-pesan Habib Umar kepada mereka yang mendatanginya, sangat sederhana sekali. Seperti anjuran untuk berbakti kepada kedua orangtua, lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhi larangan-Nya. Penyanyi Muchsin Alatas sendiri merasa sangat terkesan akan keramahtamahannya. “Saya merasakan seolah-olah saya dan keluarga dianggap sebagai anaknya sendiri,” kata Muchsin yang mengaku hatinya lebih tenteram dan sejuk setelah bertemu Habib Umar. H Marullah (65), yang rumahnya tidak berjauhan dengan kediaman Habib Umar, terkesan dengan cara bertetangga yang baik. Karena rumah habib selalu terbuka dan dapat didatangi tiap waktu. “Habib menganggap semua orang yang datang kepadanya adalah orang-orang baik, tidak peduli orang itu preman sekalipun,” kata putra asali Betawi ini.
Menurut Ismet, Habib Umar sejak beberapa tahun lalu telah mewakafkan tempat kegiatan keagamaannya di Cipayung yang luas itu untuk kegiatan-kegiatan Islam. Untuk itu, di tempat ini tengah dibangun sebuah pesantren terpadu Hamid Umar bin Hoed Alatas, dan sudah mulai beroperasi mulai 8 Agustus mendatang. Pesantren terpadu ini didirikan oleh Yayasan Pendidikan Islam Assaadah, yang diketuai oleh Alwi bin Edrus Alaydrus. Sedangkan pendirinya Habib Umar, Mayjen TNI (Pur) Eddie Nalapraya dan H Ismet Alhabsji. Pesantren ini dibangun melalui tiga tahap, yang seluruhnya akan menelan biaya Rp 14,5 miliar. Di samping mewakafkan tanah dan pesantren di Cipayung, menurut Ismet, habib juga berwasiat bila ia meninggal dunia agar dimakamkan di makam wakaf Al-Hawi, Kalibata.
- Dipetik dari: https://ahlussunahwaljamaah.wordpress.com/manakib/al-habib-umar-bin-muhammad-bin-hud-al-attas-cipayung-indonesia/ Catatan suar
Selasa, 05 Februari 2019
Buah Kurma Bisa Bantu Penyembuhan DBD
![]()
Demam berdarah (DBD) atau demam dengue merupakan salah satu penyakit yang banyak terjadi di Indonesia. Demam berdarah terjadi akibat virus dengue yang terdapat pada nyamuk Aedes Aegypti.
Demam berdarah menjadi salah satu penyakit yang ditakuti karena risikonya yang sangat berbahaya. Tidak jarang orang yang terkena demam berdarah berujung pada kematian.
Ada beberapa makanan yang apabila dikonsumsi dapat membantu menyembuhkan demam berdarah. Selain jambu biji yang memang sudah dikenal dapat menyembuhkan demam berdarah, ternyata kurma juga punya manfaat serupa.
Dikutip dari hellosehat.com, kurma dapat membantu untuk mempercepat penyembuhan demam berdarah. Hal ini karena kurma dapat meningkatkan jumlah trombosit dalam tubuh dengan kandungan zat besi alami yang terdapat di dalamnya.
Selain itu, dengan kandungan gula alaminya, kurma juga dapat membantu memulihkan energi tubuh saat sedang dalam proses pemulihan pasca terjagkit demam berdarah.
Bukan hanya itu, kurma juga mengandung asam amino serta serat yang membantu untuk memperlancar sistem pencernaan pada tubuh.
Nah, itu tadi sedikit penjelasan bahwa kurma dapat membantu menyembuhkan demam berdarah.
Senin, 04 Februari 2019
5 Gejala DBD yang Khas dan Mudah Dikenali

Demam berdarah atau demam dengue (DBD)adalah penyakit menular akibat gigitan nyamukAedes aegypty dan Aedes albocpictus yang membawa virus. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka terkena penyakit ini, sampai akhirnya harus menjalani rawat inap. Nah, untuk itu Anda perlu mengetahui tanda dan gejala DBD berikut ini agar lebih waspada.
Tanda dan gejala DBD yang perlu Anda perhatikan
Agar kondisi tidak memburuk, jangan abaikan beberapa gejala DBD seperti berikut ini:
1. Demam tinggi

Banyak orang yang tidak tahu perbedaan demam biasa dengan demam DBD karena kondisi ini sangat umum terjadi. Biasanya demam menandakan adanya peradangan di dalam tubuh.
Yang perlu Anda perhatikan adalah demam dari gejala DBD bisa mencapai 40 derajat celcius dan terjadi secara mendadak. Demam DBD biasanya terjadi selama dua sampai tujuh hari.
2. Sakit kepala dan nyeri otot

Gejala selanjutnya setelah beberapa jam mengalami demam adalah sakit kepala parah. Rasa sakit biasanya muncul di sekitar dahi bahkan terasa hingga ke bagian belakang mata.
Selain itu, pasien akan merasakan nyeri pada bagian sendi dan otot. Kondisi ini kadang membuat pasien menggigil dan berkeringat.
3. Mual, muntah, dan tubuh terasa lelah

Demam berdarah juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan, seperti mual dan muntah. Perut dan punggung juga tidak tidak nyaman. Kondisi ini biasanya terjadi selama dua sampai empat hari.
Semua gejala yang terjadi pada pasien akan membuat nafsu makan menurun. Akibatnya, pasien akan merasakan tubuhnya lelah karena sistem kekebalan tubuh yang mulai melemah dan kurangnya asupan nutrisi.
4. Ruam merah pada kulit

Munculnya ruam merah pada kulit, tepatnya pada wajah, telapak tangan, bawah kaki, atau bagian tubuh lainnya menunjukkan fase kritis. Ini adalah gejala khas dari demam berdarah yang menandakan bahwa DBD sudah memasuki fase kritis.
5. Terjadi pendarahan

Selain ruam, DBD sudah mulai masuk ke fase yang serius jika terjadi perdarahan, seperti mimisan atau gusi berdarah. Kondisi ini bisa bertambah parah dan menyebabkan komplikasi, seperti rusaknya kelenjar getah bening dan pembuluh darah, pembesaran hati, dan gagal beredarnya sistem peredaran darah.
Tanpa perawatan medis, kondisi ini bisa mengakibatkan shock, pendarahan hebat, bahkan kematian, Kondisi ini dikenal dengan Dengue Shock Syndrome (DSD).
Rabu, 16 Januari 2019
Penaklukan Konstatinopel
Setelah seluruh persiapan telah siap Muhammad Al-Fatih memobilisasi, pasukannya menuju Konstantinopel.
-
Sultan Muhammad Al-Fatih mempersiapkan serangan ke Konstantinopel dengan sempurna. Dia berusaha mencari informasi mengenai Kondisi kota ini, menyediakan peta yang diperlukan pasukannya untuk melakukan pengepungan Konstantinopel.
-
Ia menyelidiki dan menyaksikan begitu kokohnya Konstantinopel beserta pagar pagarnya. Sultan Muhammad Al-Fatih meratakan jalan antara Edirne dan Konstantinopel agar bisa dilewati meriam-meriam besar dengan mudah. Meriam-meriam bergerak dari Edirne hingga mendekati Konstantinopel dalam jangka waktu dua bulan di bawah penjagaan pasukan Ustmani.
-
Pada 6 April 1453 M, tentara Ustmani dengan dipimpim Muhammad Al-Fatih sampai di sebelah Timur Konstantinopel. Sebagaimana tradisi perang dalam Islam, ia menawarkan tigal hal pada Byzantium yaitu : masuk Islam, menyerahkan kota secara baik-baik tanpa masuk Islam, atau diperangi.
-
Ternyata tawaran Muhammad Al-Fatih ditolak. Kaisar Byzantium Constantin XI menginginkan opsi yang berbeda. Ia bersedia membayar upeti pada Turki tanpa harus menyerahkan kota. Hal ini tentu tidak bisa diterima oleh Muhammad Al-Fatih, karena tekadnya untuk menguasai Konstantinopel sudah bulat.
-
Dari penolakan tersebut maka Muhammad Al- fatih meneruskan niatnya, maka terjadilah perang melawan Pasukan konstantinopel.
-
Pasukan Muhammad Al-Fatih terus berupaya untuk bisa menembus benteng pertahanan Konstantinopel yang dikawal oleh para prajurit-prajurit tangguh yang tidak mudah dikalahkan meskipun jumlah mereka lebih sedikit jika dibandingakan dengan kaum Muslimin.
-
Militer Byzantium yang berada pada posisi yang lebih tinggi dari pasukan Ustmani yakni berada di atas pagar atau tembok Konstantinopel memiliki keunggulan tersendiri dalam menghadapi musuh. Mereka lebih mudah untuk melihat posisi pasukan Ustmani.
-
Dengan posisi yang seperti ini pasukan Byzantium juga lebih mudah melakukan serangan dengan melontarkan panah atau amunisi militer lainnya kepada pasukan Ustmani. Setiap kali bagian tembok atau pagar Konstantinopel tertembus meriam dari pasukan Ustmani dengan cepat pula diperbaiki.
-
Hal ini tentu sudah diprediksikan oleh Konstantinopel sebelumnya. Pada tanggal 27 Mei 1453, Sulthan Muhammad Al- Fatih mengatur dan mengawasi seluruh pasukannya untuk persiapan penyerangan yang terakhir.
-
Sebelum serangan dilancarkan Sulthan Muhammad Al Fatih mengingatkan kepada seluruh pasukannya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, melaksanakan shalat dan memohon doa supaya mendapatkan keberhasilan dalam penaklukan Konstantinopel.
-
Selain Muhammad Al- Fatih para ulama yang turut mendampinginya juga memberikan semangat berperang kepada para militernya.
-
Pada 29 Mei 1453 M, serangan umum terhadap konstantinopel dilakukan
Penyerangan secara serentak dilakukan dari berbagai sisi baik dari darat maupun dari laut. Pasukan Muhammad Al Fatih dengan semangat juang yang tinggi menyongsong kemenangan atau memperoleh mati syahid dalam menaklukan Dalam penyerangan besar-besaran ini banyak pasukan Muslimin yang gugur.
-
Melihat hal ini kaisar Konstantin tetap berusahan semaksimal mungkin memompa semangat pasukannya untuk mempertahankan negerinya.
-
Di sinilah terlihat jiwa kepemimpinan kaisar Konstantin yang tidak mau meninggalkan pasukan dan rakyatnya meskipun dari awal mereka meminta kepadanya untuk pergi meninggalkan Konsatntinopel.
-
Akhirnya Konstantinopel dapat ditaklukan oleh Muhmmad Al-Fatih bersama pasukan terbaiknya.



